Butuh privasi
Setiap orang butuh privasi, termasuk anak remaja. Jangan berpikir bahwa putra-putri Anda tidak memerlukan ruang pribadi. Jika anak berbagi kamar tidur, berikan mereka area khusus yang tidak boleh dijamah oleh orang lain, termasuk Anda. Misalnya, sebuah meja atau lemari terpisah.
Tunjukkan bahwa Anda menghormati privasinya dengan tidak menggeledah ruang pribadi mereka, kecuali Anda memiliki alasan konkret untuk percaya bahwa anak berbohong atau menyembunyikan sesuatu yang serius.
Ingin didengar
Kadang, anak remaja hanya butuh didengarkan. Mereka tidak mengharapkan orang lain mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya. Ketika anak mengeluh soal guru olah raga yang terlalu keras padanya di sekolah, jangan langsung memberikan saran atau mengancam untuk mengintervensi. Sebaliknya, biarkan anak mencurahkan isi hatinya dengan menanyakan perasaannya.
Tidak diomeli
Meski pun anak remaja Anda tampaknya selalu membuat kekacauan tiap kali tidak diawasi, adalah penting untuk membuatnya tidak merasa terus-terusan mengecewakan orang tuanya. Ketika Anda marah, tarik napas dalam beberapa kali untuk menjernihkan kepala dan memberikan perspektif. Waktu beberapa menit itu juga bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi suasana hati anak.
Ingin dipercaya
Terus-menerus menuduh anak tentang ini dan itu, apalagi jika tuduhan itu tidak terbukti, bisa menyemai benih ketidakpercayaan. Pada akhirnya, mereka bisa saja melakukan sesuatu yang tidak jujur hanya karena muak terus-menerus dituduh yang tidak-tidak. Berikan kepercayaan kepada anak, sampai mereka memberikan Anda alasan kuat untuk tidak memercayainya.
Menuntut keadilan
Merupakan hal alami bagi orang tua untuk lebih bersikap longgar kepada anak termuda. Akan tetapi, hal tersebut bisa memicu kecemburuan di antara buah hati Anda. Mereka akan lebih menghormati Anda jika berpikir orang tuanya mampu bersikap adil dan bijaksana. (MI)